Remaja Dalam Islam

Remaja adalah potensi besar perubahan, juga potensi kehancuran. Manakala, remaja berprestasi, maka akan terbentuklah perubahan dalam suatu negeri. Sebaliknya, suatu negeri bakal hancur jika remajanya hancur.

Melihat remaja saat ini, nampaknya agak memperihatinkan. Kebanyakan dari mereka menjadi amoral, bermaksiat dan jauh dari islam. Kita bisa lihat bagaimana remaja muslim saat ini justru jauh dari islam. Mereka terjebak oleh lingkungan yang notabene sangat rusak.

Namun, meskipun begitu, ada juga remaja yang masih tetap istiqomah dalam memegang islam, karena mereka yakin bahwa mereka adalah muslim, mereka adalah peletak suatu perubahan. Oleh karena itu, mereka terus menyuarakan islam, berdakwah agar islam bisa jaya kembali layaknya dahulu.

Ada beberapa pesan untuk remaja yang ingin saya sampaikan. Semoga pesan ini dapat menjadi nasihat yang baik pada remaja.

Jadilah remaja islam yang hebat!

Remaja hebat bukanlah remaja yang pacarnya banyak serta sering gonta-ganti pacar. Bukan pula mereka yang kerjaaan sering mabuk dijalanan. Bukan pula mereka yang kerjaannya di sekolah Cuma melanggar tata tertib yang berlaku. Bukan pula mereka yang terjerat pemakai narkoba.

Lalu siapa dia?

Dia adalah remaja pejuang islam. Dia yang selalu istiqomah dalam islam, memperjuangkannya, berdakwah, dan selalu ibadah pada Allah. Yang dengan itulah, ia akan di naungi oleh Allah di saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.

Rasulullah saw bersabda;

Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah disaat tidak ada naungan kecuali naungannya; pemuda yang beribadah semasa hidupnya.

Banyak remaja hebat yang dapat kita jumpai di masa Rasulullah saw dan generasi-generasi selanjutnya. Tahukah kamu Mush’ab bin umair? Ia adalah pemuda hebat. Dialah yang mendakwahkan islam di Madinah pada saat itu, hingga sebagian besar penduduk—termasuk tokoh-tokohnya—masuk islam. Jasa-jasanya sangat luar biasa terhadap islam. Dia meninggalkan kemewahan dunia hanya semata-mata untuk islam. Bahkan, sebelum ia masuk islam, ia bersih, harum dengan berpakaian mewah. Namun demi islam, ia tinggalkan semua kemewahan itu.

Selain Mush’ab bin Umair, ada lagi sosok pemuda yang sangat hebat, bahkan di umurnya yang belum 21 tahun, ia sudah bisa merealisasikan bisyarah ( kabar gembira) dari Rasulullah saw yaitu menaklukkan kota konstantinopel, ibu kota Bizantium. Siapa dia? Dialah sultan Muhammad al fatih atau biasa di kenal dengan sebutan Mehmed. Dia adalah pemuda hebat. Di umur yang masih muda, dia sudah mendapat predikat pemimpin yang terbaik, berdasarkan hadits yang mulia Rasulullah saw ;

“sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya”

Kesungguhan dia sepatutnya harus dicontoh remaja-remaja saat ini. Dengan bimbingan dari guru terbaik pada zamannya yakni Syeikh Ahmad Al Qurani dan Aaq Syamsuddin, ia tumbuh menjadi pemuda yang hebat yang tidak mengenal putus asa. Kedekatannya pada Allah sangat luar biasa. Bahkan dialah pemuda yang tidak pernah meninggalkan sholat tahajjud. Sungguh! Inilah teladan remaja terbaik yang mesti kita teladani kepribadiannya.

Dua pemuda ini adalah pemuda yang sangat luar biasa. Dari segi kepribadian, ia adalah pemuda yang berkepribadian yang baik yang terpancar dari islam. Ia telah menjadikan Al-quran sebagai pedoman hidupnya. Tentunya, kita juga harus begitu, meskipun kita mungkin tidak bisa seperti pemuda ini. akan tetapi, setidaknya kita meneladani mereka.

Kita sebagai lelaki muslim, tentu harus berpedoman pada Al-quran dan as-sunnah. Kita harus selalu berada dalam koridor islam. tak boleh sekalipun bergeser dari koridor itu. Kita harus mencontoh kedua pemuda di atas, yang begitu luar biasa dalam islamnya. Dengan demikian, kita akan jadi pemuda yang luar biasa, juga menjadi remaja islam hebat

Manfaatkan masa muda!

Terkadang ada remaja yang mengatakan bahwa umur kita masih lama, gunakanlah masa muda kita untuk senang-senang. Katanya, nanti kalau kita udah tua baru tobat dan ibadah.

Nah, statement begini adalah statement yang salah. Pasalnya, kita tidak tahu kapan kita meninggal. Boleh jadi minggu depan, besok, hari ini, bahkan detik ini. kita tidak tahu kapan ajal kita menjemput. Oleh karena itu, selagi ada waktu, pergunakanlah waktu kita untuk ibadah padanya. Lagi pula, Allah memang telah menyeru manusia untuk bersegera—tanpa menunda-nunda—untuk ibadah. Allah swt berfirman;

Bersegeralah dalam ampunan dari tuhanmu dan surge yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa’

Nah, inilah yang dilakukan remaja-remaja pada masa Rasulullah. Seperti misalnya Abdullah bin Amru bin Al ash. Di usianya yang masih muda, ia selalu menghatamkan Al-quran dalam waktu satu hari. Mengetahui hal itu, maka Rasulullah menyarankan kepada Abdullah untuk menghatamkan Al-qur’an dalam waktu 30 hari. Tapi, Abdullah mengatakan pada Rasulullah ‘’wahai Rasulullah! Biarkanlah aku menyelesaikan bacaan Al-quran seperti itu; karena aku masih kuat dan masih muda”,maka Rasulullah bersabda “selesaikanlah olehmu bacaan Al-quran pada setiap sepuluh hari” Abdullah menjawab “biarkanlah aku menyelesaikan dalam satu malam;karena aku masih kuat dan masih muda, ia tetap dalam pendiriannya”

Sungguh! Dialah remaja yang sangat luar biasa,remaja yang sangat memahami bahwa masa muda dan masa kuat, adalah masa yang harus dipergunakan dengan sebaik-baik. Remaja ini sangat menyadari bahwa waktu adalah momentum yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hal ini dilakukan karena ia tidak ingin tertipu oleh dua nikmat, yaitu nikmat sehat dan waktu luang. Dalam hal ini, Rasulullah saw pernah bersabda:

Ada dua nikmat, dimana banyak orang yang tetipu oleh keduanya; nikmat sehat dan waktu luang”

Karena itulah, ia terus memanfaatkan waktu untuk ibadah, perjuangkan islam. yang dengan itulah ia menjadi mulia.

Maka, kita sebagai remaja muslim tentu harus memanfaatkan masa muda dan masa kuat kita untuk ibadah pada Allah. Jangan malah sebaliknya, waktu kita itu justru kita pergunakan untuk pacaran yang jelas-jelas hanya membuang sebagian besar waktu kita untuk maksiat.

Kalau kamu pacaran, maka sebenarnya kamu hanya memanfaatkan waktumu hanya untuk maksiat dengan dosa. Jangan sampai kamu hanya menjadi bagian dari orang-orang yang merugi. Yang lebih parah, jangan sampai kamu mati dalam bermaksiat pada Allah, maka tempat kamu jelas, yaitu neraka.

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Kampung

Daftar isi kitab Wadoif mutaallim (tugas para pelajar) karya KH. Zainal Abidin Moenawir Krapyak Jogjakart

Doa Anak Sholeh